Pages

Tuesday, 21 December 2010

unek-unek

"bersusah-susah dahulu lebih bagus...karena kemudahan setelah itu....."

Terkadang sifat idealis, dapat menyusahkan diri sendiri. Tidak sedikit orang yang awalnya idealis kemudian berubah menjadi opurtunis karena pengaruh berbagai hal terutama lingkungan dan kultur pendidikan yang diperoleh. Sangat tepat bila kita menggambarkan hal tersebut di kehidupan kita sendiri. Banyak sekali atau mayoritas orang mempengaruhi keidealisan seseorang dengan berbagai faktor, misalnya: faktor ekonomi, faktor sosial dan lainnya. Sehingga terbiasalah seseorang untuk berbuat atau berpikir dengan jalan pintas yang memang untuk sementara dapat membuat orang tersebut seolah-olah telah mengatasi masalahnya, namun tersimpan luka yang mendalam bagi pihak yang lain.
Tetapi, pada hakikatnya sifat idealis itulah yang benar. Benar sekali ungkapan "berbuat baiklah kamu, maka kebaikan yang akan kembali kepadamu" atau "pria-pria yang baik akan mendapatkan wanita-wanita yang baik pula".
Jadi, bagaimana cara menjaga keidealisan tersebut agar tidak terjerumus kepada berbagai macam kecurangan..?
(jawaban menurut penulis):
salah satu penguat pondasi keidealisan adalah pendidikan yang baik yang membimbing kita untuk membuang kejahilan yang ada pada diri kita sebagai manusia (kecenderungan manusia adalah berbuat maksiat), dan membimbing kita untuk berbuat kebaikan di sekeliling lingkungan kita. Ilmu yang menuntun seseorang pada hal yang telah disebutkan adalah ilmu agama. ilmu agama yang wajib dituntut adalah ilmu Fiqah, Tasawuf dan Tauhid sebagaimana yang telah diterangkan oleh Nabi SAW.
Lembaga pendidikan yang masih alami dalam mengajarkan ilmu agama tersebut di Tanah Aceh adalah Dayah. Di Dayah pelajaran ilmu agama diajarkan semata-mata mengharapkan keridhaan dari Allah SWT. Beberapa contoh diantaranya adalah setiap "guree semeubeut" tidak mengharapkan gaji dalam mengajari kitab-kitab yang telah ditetapkan oleh kurikulum dayah yang telah bertahan lama sejak ulama-ulama terdahulu di Aceh. Para Guree ini mengajari santri-santri dengan keikhlasan. contoh lainnya, setiap memulai permualaan Kitab-kitab, Guree balee berdoa kepada pengarang kitab yang diikuti oleh santri-santri dengan menyedekahkan bacaan Al-fatihah dan Juga setelah pengajian selalu membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. (Demikianlah sedikit kelebihan-kelebihan yang telah penulis alami di Dayah, dan belum pernah penulis dapati di Lembaga-lembaga Pendidikan lain).

"Mudah-mudahan beu geubri keuh lon tuan teutap lam Dayah, Hingga puas bathin nyoe dan terhindar ulon tuan dari buet-buet maksiet dan mak terjaga sabee lon tuan beuk sampe terjerumus kepada jalan-jalan yang dapat membawaki kepada tou ngen apui neraka"...Amiiinn...

No comments:

Post a Comment